Featured Post

Eyeshadow Palette Netral Harga 50ribuan! Just Miss Eyeshadow Palette Umbra

Setelah penantian lama, akhirnya brand lokal ada yang ngeluarin eyeshadow palette yang bernuansa netral. Biasanya rata-rata brand lokal...

Quarter-Life Crisis?

 


Kata orang umur 25 merupakan masa dimana manusia akan mengalami yang namanya quarter-life crisis atau krisis seperempat abad. Di mana orang-orang di sekeliling dan bahkan diri sendiri mempunyai ekspektasi yang tinggi seperti dewasa, menjalani tanggung jawab dengan baik, karir oke, kemapanan finansial, pernikahan, dan lain-lain. Namun seringkali antara ekpektasi dan kenyataan tidak sejalan. Inilah yang membuat seseorang yang berusia 25 mengalami kegalauan.

Kalau menurut Wikipedia sih, quarter-life crisis ini menghinggapi seseorang yang berusia 20an sampai 30an. Belum. Aku belum berusia 25, tapi somehow kegalauan-kegalauan seperti itu sudah mulai merasuki pikiran. Sepertinya aku mulai terkena sindrom quarter-life crisis. I feel like I’m the only human at my age who useless and not worth it for people around me. Aku belum mencapai apapun dalam hidup ini, belum bisa ngebahagiain keluarga, and sometimes I couldn’t take care of myself. Kalau belum umur 25 saja sudah galau begini, bagaimana ketika aku benar-benar berumur 25? 

Rasanya hati ini 'cekit-cekit' waktu tahu teman-teman seusiaku ada yang bekerja di big company, ada yang sudah memulai usahanya sendiri, atau ada juga yang sudah menemukan jodohnya. Sedangkan saat ini aku hanya mengetik postingan ini sambil memikirkan betapa desperatenya aku sampai-sampai menulis hal ini. Bahkan aku berpikir seandainya aku jadi dia, seandainya aku seperti ini, seandainya aku seperti itu, dan seandainya lainnya. 

Kalau sudah ada pikiran seandainya, tanpa sadar berarti diri ini kurang bersyukur atas kehidupan yang telah diberikan-Nya. Seharusnya diri ini yakin bahwa semua ada masanya seperti roda yang berputar. Akan ada waktunya ketika roda akan berada di atas setelah berada di bawah, menginjak tanah dan kerikil tajam. Seperti yang disebutkan dalam QS. Al-Insyirah hingga dua kali, "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."

Seharusnya diri ini yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi mau itu hal yang baik ataupun yang buruk, mau itu hal yang bikin hati senang ataupun yang bikin sedih, semua terjadi atas kehendak-Nya. Justru mungkin hal yang dianggap ‘buruk’ oleh manusia itu merupakan jalan terbaik bahkan untuk menghindari ‘keburukan’ yang lebih besar lagi. Mengingat-ingat apa yang sudah ada dalam diri ini menyadarkan bahwa sudah sangat banyak bahkan tak terhingga nikmat yang Allah kasih dan pasti ada yang terlewat atau aku lupakan. 

Hanya berusaha yang terbaik dan berdoa. Hanya itu yang bisa kulakukan. Hasil akhirnya adalah rahasia Allah. Apapun itu, yakinlah itu adalah yang terbaik.


*Just a reminder for myself*

Share:

2 komentar

  1. You're not alone dev :'( ak jg ngrasain bgt, tmn" yg laen pd ud branak pinak, bbrp ad yg ud jd artis, popular, kerja di luar negri lah sdgkn gw brsa msh jln di tpt hikss #Ineedhugs

    ReplyDelete
    Replies
    1. #LetMeHugYou iya shan, berasa masih stuck at the same point :( ibarat mau ke jakarta tapi naik bus padahal yang lain pada naik kereta atau pesawat, semoga kegalauan ini ga bertamu lama-lama. stay strong and keep fighting! *kisskiss*

      Delete

Feel free to drop your comment. I will reply it as soon as possible. ^^